PENGARUH BOBOT BIBIT AWAL YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DENGAN METODE LONG LINE

Isi Artikel Utama

Alexander Berto Berek
Syaeful Anwar
Suci Andiewati

Abstrak

Pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dalam kegiatan budidaya dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah bobot bibit awal yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bobot bibit awal terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan dengan metode long line, serta menentukan nilai pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan spesifik (Specific Growth Rate; SGR) pada bobot bibit yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2026 di Kelurahan Pasir Panjang, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan bobot bibit awal, yaitu 50 g, 75 g, dan 100 g, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate; SR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bobot mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan bobot bibit 100 g sebesar 457 g, diikuti perlakuan 50 g sebesar 379 g dan 75 g sebesar 348 g. Nilai SGR tertinggi diperoleh pada perlakuan 50 g sebesar 7,68% per hari, sedangkan perlakuan 75 g dan 100 g masing-masing sebesar 6,17% dan 6,13% per hari. Tingkat kelangsungan hidup pada seluruh perlakuan mencapai 100%, yang menunjukkan bahwa kondisi lingkungan budidaya mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup rumput laut. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perbedaan bobot bibit awal tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii, dengan nilai Fhitung sebesar 2,53 lebih kecil daripada Ftabel 5,14 pada taraf nyata 5% (Fhitung < Ftabel). Oleh karena itu, H₀ diterima dan H₁ ditolak, sehingga uji lanjut tidak diperlukan. Dengan demikian, penggunaan bobot bibit awal 50–100 g pada metode long line memberikan pertumbuhan yang relatif sama dan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik.

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

PENGARUH BOBOT BIBIT AWAL YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DENGAN METODE LONG LINE. (2026). Wrasse : Jurnal Aquapreneur & Biosains Aquatik , 1(1), 45-56. https://journal.unhanfvlm.com/wrasse/article/view/6

Referensi

Abdillah, S. R. dan A. A. (2019). Studi pertumbuhan bibit rumput laut (kappaphycus alvarezii) hasil kultur jaringan dengan metode longline berbingkai di balai besar perikanan budidaya laut lampung. 2, 1–9.

Andiewati, s. (2022). Pengembangan budidaya rumput laut sebagai komoditas unggulan di perairan atapupu untuk meningkatkan perekonomian pada wilayah perbatasan ri-rdtl suci. 5 (september), 24–29.

Angga Dwi Hernanto, sri rejeki, r. w. a. (2015). pertumbuhan budidaya rumput laut (eucheuma cottoni dan gracilaria sp.) dengan metode long line di perairan pantai bulu jepara. 4, 60–66.

Arjuni. (2018). Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Hasil Kultur Jaringan. Jurnal Biologi Tropis, 18(2), 216–223. https: //doi.org/10.29303/jbt.v18i2.740

Bilangua, W. G. F. (2019). Rantai Nilai Produk Budidaya Rumput Laut Di Desa Buku Utara Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara Wandris. 7(1).

Gaba, R. U. D., & Rebhung, F. (2019). Pertumbuhan rumput laut ( Kappaphycus alvarezii ) dengan metode long line di daerah padang lamun The growth of seaweed ( Kappaphycus alvarezii ) cultivated on the long line in the seagrass field. 2(2), 75–80.

Habibah. (2022). Budidaya Rumput Laut dalam Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus di Desa Laju Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima). Kompleksitas Konflik Ukraina-Rusia, Vol. 12, N(Konflik Ukraina-Rusia), 39–48. https://doi.org/10.37630/jpi.v12i1.617

Iskandar, S. N., Rejeki, S., Susilowati, T., Studi, P., Perairan, B., Perikanan, J., & Diponegoro, U. (2015). Journal of Aquaculture Management and Technology Online di : http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jamt Journal of AquacultureManagement and Technology. 4, 21–27.

Mau, M. E. (2020). Pengaruh Berat Awal Bibit Rumput Laut Eucheuma cottonii Dalam Kantong Pelindung Terhadap Pertumbuhan Dengan Menggunakan Metode Long Line The Effect of Initial Weight of Eucheuma cottonii Seaweed Seeds in a Protective Bag on Growth Using the Long Line Meth. 3(November 2019), 36–41.

Nikhlani, A. (2021). Analisa Parameter Fisika dan Kimia Perairan Tihik Tihik Kota Bontang untuk Budidaya Rumput Laut Kapphaphycus alvarezii. 9(2), 189–200.

Novandi, M., Irawan, H., & Wulandari, R. (2022). Pengaruh Bobot Bibit Awal yang Berbeda Terhadap Laju Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alverezii Dengan Metode Lepas Dasar Bertingkat Effect of Different Initial Seed Weights on The Growth Rate of Kappaphycus Alverezii Seaweed Using The Stratified Botto. 71–82.

Pratama. (2024). peran faktor lingkungan dalam optimalisasi budidaya kappaphycus alvarezii. 13(2).

Prayudha, M. R., Pramesti, R., & Susanto, A. (2024). Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty, 1985) dengan Metode Lepas Dasar. Jurnal Enggano, 9(2), 208–215. https: // doi.org/10.31186/jenggano.9.2.208-215

Purwanti. (2024). Implementation of Integrated Multi-Trophic Aquaculture in the Cultivation of Giant Trevally (Caranx ignobilis), Seaweed (Kappaphycus alvarezii) and Sea Cucumber (Holothuria atra) in the Aquaculture Sub-Zone of the Banda Marine Conservation Area. International Journal of Agriculture and Biosciences, 13(4), 610–616. https://doi.org/10.47278/journal.ijab/2024.166

Purwanti, A., Budi, S., & Mulyani, S. (2024). Pertumbuhan Rumput Laut Gracillaria Verrucosa Dengan Variasi Jarak Tanam Yang Berbeda. Journal of Aquaculture and Environment, 7(1), 01–05. https: //doi.org/10.35965/jae.v7i1.5250

Sulaeman. (2014). Pengaruh bobot bibit berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut ( kappaphycus alvarezii ) strain coklat. 1(142), 1–8.

Syarif, A. (2018). Analisis Finansial rumput laut di kelurahan bintarore. 7, 718–723.

Umam, K., & Arisandi, A. (2021). Pertumbuhan rumput laut eucheuma cottonii pada jarak pantai yang berbeda di desa aengdake, kabupaten sumenep. Juvenil:jurnal ilmiah kelautan dan Perikanan, 2(2), 115–124. https://doi.org/10.21107/juvenil.v2i2.10672

Widyartini, D. S., Widodo, P., & Susanto, A. B. (2017). Thallus variation of Sargassum polycystum from Central Java, Indonesia. Biodiversitas, 18(3), 1004–1011. https://doi.org/10.13057/biodiv/d180319

Wijayanto, T., Hendri, M., Aryawati, R., & Indonesia, I.(2011). 319-2605-1-Pb (1). 03, 51–57.

Wulandari et.al. (2021). Pengaruh Jarak Tanam terhadap Laju Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alverezii dengan Metode Lepas Dasar Fernando, Henky Irawan, Rika Wulandari. 5, 15–24.