SABANA: Journal of Dryland Agriculture & Innovation (JDAI) adalah jurnal ilmiah open access dan peer-reviewed yang didedikasikan untuk mempublikasikan penelitian berkualitas tinggi, inovatif, dan berdampak dalam menjawab berbagai tantangan dan peluang pada ekosistem lahan kering. Jurnal ini berfokus pada pengembangan praktik pertanian berkelanjutan, ketahanan terhadap perubahan iklim, serta inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi di wilayah lahan kering, semi-arid, sabana, dan daerah rawan kekeringan.

SABANA menerima penelitian yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas, kualitas, efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan sektor pertanian lahan kering melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Jurnal ini secara khusus mendorong penelitian mengenai pengembangan komoditas pertanian di wilayah semi-arid, pemanfaatan sumber daya hayati, inovasi teknologi budidaya dan pascapanen, serta pengelolaan pertanian lahan kering yang berkelanjutan.

Penelitian yang dipublikasikan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan dan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan wilayah, termasuk kawasan perbatasan dan daerah yang memiliki posisi strategis secara nasional.

Scope

SABANA: Journal of Dryland Agriculture & Innovation menaungi berbagai karya ilmiah yang berkaitan dengan pertanian lahan kering, dengan perhatian khusus pada enam bidang utama berikut:

1. Ilmu Tanaman & Ketahanan Iklim

Meliputi pengembangan tanaman tahan kekeringan, pemuliaan tanaman, fisiologi tumbuhan, produktivitas tanaman, serta strategi adaptasi tanaman untuk mempertahankan produktivitas di tengah perubahan iklim.

2. Pengelolaan Tanah, Air & Lahan

Mencakup pemeliharaan dan peningkatan kesuburan tanah, konservasi tanah dan air, efisiensi penggunaan air, inovasi irigasi, sistem agroforestri, rehabilitasi dan pemulihan lahan kritis, serta pengelolaan sumber daya lahan secara berkelanjutan.

3. Peternakan & Sistem Pertanian Terpadu

Mencakup sistem integrasi tanaman dan ternak, pengembangan pakan alternatif, manajemen peternakan di wilayah kering, serta strategi peningkatan produktivitas dan ketahanan ternak dalam menghadapi musim kemarau dan keterbatasan sumber daya.

4. Teknologi & Inovasi Pertanian

Mencakup pertanian presisi, Internet of Things (IoT), penginderaan jauh, drone, kecerdasan buatan (AI), bioteknologi, digitalisasi pertanian, teknologi budidaya dan pascapanen, serta teknologi tepat guna yang adaptif, terjangkau, dan mudah diterapkan oleh petani, khususnya di wilayah lahan kering.

5. Sosial-Ekonomi & Pemberdayaan Masyarakat

Mencakup ketahanan pangan, rantai nilai dan agribisnis, kewirausahaan pertanian, ekonomi pertanian, kearifan lokal, pemberdayaan masyarakat, kesetaraan gender, serta kebijakan dan kelembagaan yang mendukung peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat di wilayah lahan kering.

6. Adaptasi Perubahan Iklim & Keberlanjutan

Mencakup mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, pengelolaan risiko kekeringan, sistem peringatan dini, ketahanan sistem pertanian, konservasi sumber daya alam, serta kontribusi pertanian lahan kering terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).